Jumat, 01 Desember 2017

Kritik Puisi

Tugas Bahasa Indonesia kelas XII
Kritik puisi
Kutipan puisi dalam novel Supernova : Akar
Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah petunjuk jalan yang menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa harus surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi
Tunggu aku
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu

Parafrase:
Puisi ini mengisahkan tentang tokoh Bodhi pada novel Supernova. Pada seri akar dalam novel Supernova, Bodhi harus mencari rekan mutannya untuk menumpas para sarvara. Bodhi yang harus melakukan pencarian panjang bertahun-tahun untuk menemukan teman mutan lainnya. Bodhi awalnya beranggapan bahwa menjadi mutan merupakan hal yang tidak menyenangkan dan sangat mengganggu. Namun itu merupakan takdir yang harus dijalani Bodhi, ia tidak bias merubah takdir kecuali hanya berdoa dan berusaha. Bodhi akhirnya berusaha untuk menerima dan mensyukuri takdirnya sebagai mutan dengan ikhlas.


Kritik :
          Diksi yang digunakan beragam, masih sering didengar. Sehingga pembaca lebih mudah menafsirkan maksud dari puisi tersebut. Namun ada beberapa kalimat yang multitafsir (ambigu)*. Tapi inti/maksud dari puisi ini tetap tersampaikan. Terjadi pengulangan kata yang memperjelas maksud dari puisi, namun hal ini dapat membuat beberapa orang menjadi bosan dan jenuh diawal membaca meskipun beberapa orang ada yang beropini bahwa gaya bahasa yang digunakan adalah anafora atau paralelisme**.
          Puisi ini memiliki alur yang tidak tertebak menjadikan puisi ini diminati bagi para pecinta puisi atau pembaca puisi yang ingin menampilkan kejutan diakhir. Amanat puisi dapat tersampaikan dengan baik. Puisi diatas dapat memotivasi seseorang atau pembaca yang sedang mengalami masa sulit bahwa hidup ini tak selamanya suram, sedih, dan gelap. Untuk menuju cerah, putih diperlukan usaha, perjuangan yang besar seperti menentukan pilihan. Memilih menghadapi masalah dan bangkit, lari dari masalah, membiarkannya berlarut-larut tanpa melakukan apapun. Itu bergantung pada seseorang tersebut karena hidup ini menyediakan berbagai pilihan dan kemungkinan, tugasnya hanya memilih dan menanggung resiko atau bahkan kejutan luar biasa yang tidak terbayangkan sebelumnya. Take it or leave it and just do it.



* selangkah dari bibir jurangmu : apakah selangkah dapat memastikan kita tiba dijurangnya dengan tepat tanpa terpeleset lalu jatuh atau selangkah yang membutuhkan lompatan, usaha yang keras agar tidak jatuh untuk sampai dijurang yang ingin kita capai?
**
Paralelisme : Majas perulangan yang pada umumnya terdapat dalam puisi yang disusun atas baris yang berbeda.
Anafora : Majas yang berupa pengulangan kata atau frase pada awal kalimat atau penggalan kalimat yang disusun secara berurutan.


Jika ada kritik dan saran silahkan komentar, semoga bermanfaat.
Have a nice day  :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar